Wednesday, 15 March 2017

Transformasi Struktural Indonesia

BAB I
DEFINISI INDUSTRIALISASI DAN PERKEMBANGAN SEKTOR INDUSTRI
I.I        DEFINISI
Industrialisasi adalah sistem produksi yang muncul dari pengembangan yang mantap penelitian dan penggunaan pengetahuan ilmiah. Ia dilandasi oleh pembagian tenaga kerja dan spesialisasi, menggunakan alat-alat bantu mekanik, kimiawi, mesin, dan organisasi serta intelektual dalam produksi.
Industrialisasi dalam arti luas, bisa kita pahami sebagai proses yang tak “terelakkan” menuju masyarakat industrial untuk mengaktualisasikan segala potensi yang dimiliki masyarakat dalam upayanya untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dari waktu ke waktu.[1]
Industrialisasi merupakan proses peralihan dari satu bentuk masyarakat tertentu, menuju masyarakat industrial modern. Wield (1983:80) mengemukakan tiga jenis definisi untuk memahami industrialisasi antara lain:
1.                  Residual, industri berarti semua hal yang bukan pertanian.
2.                  Sektoral, yang mengatakan bahwa industri adalah energi, pertambangan, dan usaha manufaktur.
3.                  Bersifat mikro dan makro, yaitu sebagai proses produksi, dan yang lebih luas lagi sebagai proses sosial industrialisasi
Proses industrialisasi bisa dipahami melalui konsep pembangunan, karena arti pembangunan dan industrialisasi seringkali dianggap sama. Konsep pembangunan bersifat dinamik, karena konsep itu bisa berubah menurut lingkupnya. Apabila pembangunan itu dihubungkan pada setiap usaha pembangunan dunia, maka pembangunan akan merupakan usaha pembangunan dunia. Industrialisasi sebagai proses dan pembangunan industri berada pada satu jalur kegiatan, yaitu pada hakekatnya berfungsi meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan rakyat. Industrialisasi tidaklah terlepas dari upaya peningkatan mutu sumber daya manusia, dan pemanfaatan sumber daya alam.

Tujuan pembangunan industri nasional baik jangka menengah maupun jangka panjang ditujukan untuk mengatasi permasalahan dan kelemahan baik di sektor industri maupun untuk mengatasi permasalahan secara nasional, yaitu :
1)      Meningkatkan penyerapan tenaga kerja industri.
2)      Meningkatkan ekspor Indonesia dan pember-dayaan pasar dalam negeri.
3)      Memberikan sumbangan pertumbuhan yang berarti bagi perekonomian.
4)      Mendukung perkembangan sektor infrastruktur.
5)      Meningkatkan kemampuan teknologi.
6)      Meningkatkan pendalaman struktur industri dan diversifikasi produk.
7)      Meningkatkan penyebaran industri.
Industri memegang peranan yang menentukan dan oleh karenanya perlu lebih dikembangkan secara seimbang dan terpadu dengan meningkatkan peran serta masyarakat secara aktif serta mendayagunakan secara optimal seluruh sumber daya alam, manusia, dan dana yang tersedia. Dari uraian tersebut di atas dapat ditarik pengertian bahwa perkembangan industri membawa pengaruh yang sangat besar sekali terhadap perkembangan perekonomian Indonesia. Industri memegang peranan yang menentukan dalam perkembangan perekonomian sehingga benar-benar perlu didukung dan diupayakan perkembangannya.
I.II       FAKTOR PENYEBAB
Secara umum penyebab dari transformasi struktural karena sifat konsumtif manusia, pertumbuhan penduduk indonesia yang pesat membuat konsumsi masyarakat akan barang dan jasa juga meningkat pesat. Hal ini membuat konsumsi masyarakat akan barang barang produksi industri menjadi bertambah besar,yang membuat sektor industri akan semakin besar di bandingkan sektor pertanian. Kemajuan teknologi juga merupakan penyebab dari transformasi struktural di indonesia. Faktor tersebut antara lain :
·         Kondisi dan struktur awal ekonomi dalam negeri
·         Besarnya pasar dalam negeri
·         Pola distribusi pendapatan
·         Karakteristik industrilialisasi
·         Keberadaan sumber daya alam
·         Kebijakan perdagangan luar negeri
I.III     DAMPAK DAN TUJUAN
Industrialisasi dan perkembangan sektor Industri secara luas memiliki dampak positif bagi perekonomian bangsa, dengan adanya industrialisasi akan berdampak baik bagi penambahan barang-barang produksi dan penambahan lapangan-lapangan pekerjaan, tetapi dalam pelaksaannya, Industrialisasi memiliki dampak negatif yang muncul akibat tidak terstrukturnya kegiatan industrialisasi di segala bidang. Tujuan industrialisasi sudah tercantum dalam definisi dari industrialisasi itu sendiri yaitu untuk mengaktualisasikan segala potensi yang dimiliki suatu masyarakat untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dari waktu ke waktu.


I.IV     CIRI-CIRI
·         Merosotnya pangsa sektor primer (Pertanian)
·         Meningkatnya pangsa sektor sekunder (Industri)
·         Pangsa sektor jasa kurang lebih konstan tetapi kontribusinya akan meningkat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi
I.V       PENANGGULANGAN
Untuk mengatasi dampak negatif dari adanya industrialisasi seperti minimnya standar masyarakat untuk bekerja pada bidang industri, urbanisasi besar-besaran, menyebabkan polusi, menyebabkan ketidak seimbangan alam, dan lain-lain. Maka dari itu cara untuk menanggulangi dampak negatif dari industrialisasi tak lepas dari peran semua elemen negara baik itu masyarakat dan pemerintah. Pemerintah merupakan unsur terpenting untuk mensukseskan industralisasi dan mengurangi dampak negatif dari Industrialisasi karena pemerintah yang memegang kekuasaan dan yang berhak mengambil keputusan dan kebijakan. Masyarakat juga tidak kalah penting perannya dalam mensukseskan Industrialisasi, masyarakat yang merupakan subjek dari industrialisasi harus sikap yang sesuai dengan Industrialisasi seperti memiliki sikap enterpreuner dan memiliki sikap cinta pada alam sehingga Industrialisasi bisa terlaksana dan tetap menjaga kelestarian alam.
I.VI     KEBIJAKAN
Kebijakan pemerintah untuk mewujudkan transformasi struktural di Indonesia antara lain:
·         Menaikkan pajak barang impor.
·         Mengurangi pembayaran cicilah Pajak Penghasilan (PPh) badan untuk industri padat karya. 
·         Pemenuhan  bahan baku dan barang modal dari dalam negeri.





BAB II
ANALISIS TRANSFORMASI STRUKTURAL
II.I       FAKTOR PENYEBAB
            Faktor penyebab terjadinya Industrialisasi yaitu, pertama disebabkan oleh sifat manusia dalam kegiatan konsumsinya. Sesuai dengan Hukum Engels bahwa makin tinggi pendapatan masyarakat, maka makin sedikit proporsi pendapatan yang digunakan untuk membeli bahan pertanian, sebaliknya proporsi pendapatan yang digunakan untuk membeli barang-barang produksi industri menjadi bertambah besar. Dengan demikian peranan sektor industri akan semakin besar dibandingkan sektor pertanian. Kedua, perubahan struktur ekonomi disebabkan pula oleh perubahan teknologi yang berlangsung secara terus–menerus. Proses industrialisasi  akan berjalan cepat jika terjadi pergeseran pola permintaan domestik kearah output industri manufaktur diperkuat oleh perubahan yang serupa dalam komposisi perdagangan luar negeri atau ekspor.
Faktor-faktor penyebab transisi ekonomi :
·         Kondisi dan Struktur awal ekonomi dalam negeri
Suatu negara yang pada awal pembangunan ekonomi sudah memiliki industri-industri dasar yang relatif kuat akan mengalami proses industrialisasi yang lebih pesat.
·          Besarnya pasar dalam negeri
Pasar dalam negeri yang besar merupakan salah satu faktor insentif bagi pertumbuhan kegiatan ekonomi, termasuk industri, karena menjamin adanya skala ekonomis dan efisiensi dalam proses produksi.
·          Pola distribusi pendapatan
Merupakan faktor pendukung dari faktor pasar. Tingkat pendapatan tidaklah berarti bagi pertumbuhan industri-industri bila distribusinya sangat pincang.
·          Karakteristik Industrialisasi
Mencakup cara pelaksanaan atau strategi pembangunan industri yang diterapkan, jenis industri yang diunggulkan, pola pembangunan industri, dan insentif yang diberikan.
·         Keberadaan sumber daya alam
Ada kecenderungan bahwa negara yang kaya SDA mengalami pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah, terlambat melakukan industrialisasi, tidak berhasil melakukan diversifikasi ekonomi (perubahan struktur) daripada negara yang miskin SDA.
·         Kebijakan perdagangan luar negeri
Negara yang menerapkan kebijakan ekonomi tertutup (inward looking policy), pola hasil industrialisasinya akan berkembang tidak efisien dibandingkan negara-negara yang menerapkan outward looking policy.
II.II     DAMPAK DAN TUJUAN
            Industrilisasi dan perkembangan sektor Industri adalah suatu proses yang memiliki dampak positif bagi perekonomian suatu negara, Industrialisasi bukan membangun wujud fisik semata, melainkan juga membentuk masyarakat untuk siap menghadapi realitas baru serta mengembangkan seperangkat infrastruktur yang menopang kehidupan industrial yang semakin pelik dan multidimensional. Tujuan dari Industrialisasi baik jangka pendek maupun jangka panjang ditujukan untuk mengatasi permasalahan dan kelemahan baik di sektor Industri maupun untuk mengatasi permasalahan secara nasional adalah sebagai berikut :
·         Meningkatkan Penyerapan Tenaga Kerja Industri
Dengan adanya industrialisasi dan berkembangnya sektor Industri di Indonesia akan berdampak pada semakin banyaknya pabrik dan perusahaan yang di dirikan, sehingga secara otomatis akan membuka lapangan-lapangan pekerjaan baru dan lebih banyak menyerap tenaga kerja dari masyarakat.
·         Meningkatkan ekspor Indonesia dan pemberdayaan pasar dalam negri
Banyaknya pabrik dan perusahaan yang didirikan akan berdampak pada semakin banyaknya barang produksi yang dihasilkan, dengan demikian akan meningkatkan persaingan pasar di dalam negeri dan mendorong persaingan pasar di internasional dengan cara mengimpor barang produksi ke luar negeri
·         Memberikan sumbangan pertumbuhan yang berarti bagi perekonomian
·         Mendukung perkembangan sektor infrastruktur
·         Meningkatkan kemampuan teknologi
·         Meningkatkan pendalaman struktur industri dan diversifikasi produk
·         Meningkatkan penyebaran industri
Tetapi dalam pelaksanaaannya Industrialisasi di Indonesia tidak semudah kelihatannya karena banyak masalah-masalah atau hambatan-hambatan untuk mewujudkan industrialisasi di Indonesia, masalah tersebut meliputi :
·         Meningkatnya polusi dan kerusakan alam.
·         Terjadinya urbanisasi besar-besaran.
·         Semakin lebarnya jurang kesenjangan sosial.
·         Lahan pertanian semakin berkurang.
·         Menurunnya kesehatan masyarakat yang berada di sekitar pabrik.
II.III    CIRI-CIRI
            Industrialisasi yang berarti maju dan berkembangnya sektor industri dibandingkan dengan sektor pertanian memiliki ciri di sektor sekunder yaitu industri menjadi meningkat pesat. Sedangkan pangsa di sektor jasa kurang lebih konstan,tetapi akan meningkat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Majunya teknologi industri seperti alat-alat bantu mekanik, kimiawi, mesin, dan organisasi serta intelektual dalam produksi.

II.IV    PENANGGULANGAN
            Industrialisasi memiliki masalah dan hambatan dalam prosesnya. Untuk mewujudkan perekonomian yang lebih baik tentunya dibutuhkan sebuah upaya untuk menanggulangi dampak negatif dari transformasi struktural di Indonesia. Hal ini membutuhkan peran dari setiap komponen negata,mulai dari masyarakat serta yang terpenting adalah peran dari pemerintah. Sebenarnya upaya yang dilakukan sama dengan upaya untuk mengurangi pengangguran di Indonesia. Usaha-usaha penanggulangannya diantara lain adalah sebagai berikut :
·         pertama yang harus dilakukan adalah dengan merevitalisasi seluruh sektor ekonomi yang ada saat ini supaya lebih produktif, efisien, berdaya saing, berkeadilan,  ramah lingkungan, dan berkelanjutan (sustainable).  Dengan cara memastikan bahwa seluruh unit usaha, khususnya UMKM, harus memenuhi skala ekonomi, menerapkan teknologi mutakhir yang tepat, manajemen sistem rantai suplai secara terpadu dari hulu (produksi) sampai hilir (pasar), dan ramah lingkungan.
·         Perlu adanya restrukturisasi industri di indonesia yang mengarah pada kesesuaian kualitas dan kualifikasi tenaga kerja yang ada. Dan peningkatan kualitas pendidikan agar bisa mengangkat kualitas sumber daya manusia yang ada, dengan demikian maka SDA yang ada dapat bersaing di dunia kerja dan sesuai dengan standard dari perusahaan. Hal ini bisa dengan penggratisan pendidikan bagi masyarakat yang kurang mampu dan juga untuk mahasiswa yang mempunyai prestasi yang baik. Tidak hanya itu, upaya yang harus dilakukan adalah memanfaatkan dan menjaga tenaga kerja yang ada supaya  pergi ke luar negeri dan sia-sia.
·         Memberi bantuan untuk para pengusaha pengusaha kecil agar mendorong masyarakat membuka lapangan kerja baru.
·         Pengembangan kawasan industri di wilayah-wilayah terpencil seperti di wilayah pedesaan, wilayah pesisir, pulau-pulau kecil, dan wilayah perbatasan. Hal itu supaya penyerapan tenaga kerja di wilayah yang memang sedikit lapangan pekerjaan.
·         Perlu adanya kebijakan untuk memberi batasan-batasan kepada para pelaku industri dalam hal mengeksplor kekayaan alam agar tidak terjadi kerusakan alam dan juga supaya tidak mengganggu kesehatan masyarakat.
Upaya-upaya di atas harus diupayakan tidak hanya oleh pemerintah tetapi yang terpenting adalah kesadaran masyarakat itu sendiri. Dan sebagai masyarakat, haruslah semangat dalam menuntut ilmu dan haruslah memiliki sikap nasionalisme yang tinggi untuk membangun Indonesia yang lebih baik.
II.V     KEBIJAKAN
            Supaya Industrialisasi memiliki dampak yang baik untuk pertumbuhan ekonomi di Indonesia maka dibutuhkan upaya-upaya agar proses ini dapat berdampak positif untuk masyarakat dan dapat memajukan perekonomian di Indonesia. Salah satu upaya penting adalah kebijakan dari pemerintah,kebijakan ini diharapkan dapat mengontrol dan menjaga ekonomi selama industrialisasi berlangsung. Dengan banyaknya masyarakat Indonesia yang berlatar belakang di sektor pertanian dan banyaknya Sumber Daya Alam di Indonesia, ketepatan penentuan kebijakan akan sangat diperlukan untuk menjaga masyarakat agar tidak meninggalkan pekerjaannya di sektor pertanian dan membuat produk produk hasil pertanian menjadi terbatas. Di sisi lain diharapkan dari banyaknya masyarakat yang berlatar belakang di sektor pertanian dan banyaknya tenaga kerja di sektor tersebut untuk bisa pindah dan mendapat pekerjaan di sektor sekunder. Tetapi haruslah tetap ada masyarakat yang bekerja pada sektor ini. Kebijakan pemerintah yang diberlakukan agar memaksimalkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia antara lain :
·         Kebijakan pemerintah yang mendukung proses Industrialisasi antara lain kebijakan untuk menaikkan pajak impor dari 2,5 % menjadi 7,5%, hal ini untuk menekan impor dan mempermudah fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor.[2]
·         Mengurangi pembayaran cicilah Pajak Penghasilan (PPh) badan untuk industri padat karya. Dengan demikian para pengusaha akan lebih mudah mengembangkan usahanya tanpa terbebani pajak yang berat.
·         Pemenuhan bahan baku dan barang modal dari dalam negeri tanpa mengimpor bahan baku dari luar negeri guna memaksimalkan sumber daya alam yang ada dan memacu pertumbuhan industri dalam negeri.
·         Penggratisan pendidikan bagi pelajar yang kurang mampu dan bagi pelajar yang memang memiliki prestasi yang baik,contohnya seperti BOS, program pendidikan 12 tahun, beasiswa, dll.













BAB III
PENUTUP
III.I     KESIMPULAN
            Industrialisasi adalah sistem produksi yang muncul dari pengembangan yang mantap penelitian dan penggunaan pengetahuan ilmiah. Ia dilandasi oleh pembagian tenaga kerja dan spesialisasi, menggunakan alat-alat bantu mekanik, kimiawi, mesin, dan organisasi serta intelektual dalam produksi. Faktor penyebab dari adanya industrialisasi meliputi kondisi dan struktur awal ekonomi dalam negeri, besarnya pasar dalam negeri, pola distribusi pendapatan, karakteristik Industrialisasi, keberadaan sumber daya alam,dan kebijakan perdagangan luar negeri.
            Tujuan dari Industrialisasi baik jangka pendek maupun jangka panjang ditujukan untuk mengatasi permasalahan dan kelemahan baik di sektor Industri maupun untuk mengatasi permasalahan secara nasional adalah meningkatkan Penyerapan Tenaga Kerja Industri, meningkatkan ekspor Indonesia dan pemberdayaan pasar dalam negri, memberikan sumbangan pertumbuhan yang berarti bagi perekonomian, mendukung perkembangan sektor infrastruktur, meningkatkan kemampuan teknologi, meningkatkan pendalaman struktur industri dan diversifikasi produk, meningkatkan penyebaran industri. Tetapi dalam pelaksanaaannya Industrialisasi di Indonesia tidak semudah kelihatannya karena banyak masalah-masalah atau hambatan-hambatan untuk mewujudkan industrialisasi di Indonesia, masalah tersebut antar lain meningkatnya polusi dan kerusakan alam, terjadinya urbanisasi besar-besaran, semakin lebarnya jurang kesenjangan sosial, lahan pertanian semakin berkurang, menurunnya kesehatan masyarakat yang berada di sekitar pabrik.
            Industrialisasi yang berarti maju dan berkembangnya sektor industri dibandingkan dengan sektor pertanian memiliki ciri di sektor sekunder yaitu industri menjadi meningkat pesat. Sedangkan pangsa di sektor jasa kurang lebih konstan,tetapi akan meningkat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Majunya teknologi industri seperti alat-alat bantu mekanik, kimiawi, mesin, dan organisasi serta intelektual dalam produksi.
            Industrialisasi memiliki masalah dan hambatan dalam prosesnya. Untuk mewujudkan perekonomian yang lebih baik tentunya dibutuhkan sebuah upaya untuk menanggulangi dampak negatif dari transformasi struktural di Indonesia. Hal ini membutuhkan peran dari setiap komponen negata,mulai dari masyarakat serta yang terpenting adalah peran dari pemerintah. Peran penanggulangan dari pemerintah bisa berupa kebijakan yang dikeluarkan pemerintah  untuk mendukung penanggulangan tersebut, contoh kebijjakannya antara lain penggratisan pendidikan bagi pelajar yang kurang mampu dan bagi pelajar yang memang memiliki prestasi yang baik, mengurangi pembayaran cicilah Pajak Penghasilan (PPh) badan untuk industri padat karya, pemenuhan bahan baku dan barang modal dari dalam negeri tanpa mengimpor bahan baku dari luar negeri guna, kebijakan untuk menaikkan pajak impor dari 2,5 % menjadi 7,5%,

III.II    PENDAPAT KELOMPOK
Industrialisasi meruapakan langkah yang tepat untuk memajukan perekonomian di suatu negara dengan mengembangkan sektor industri. Tetapi untuk mewujudkan hal tersebut banyak masalah dan halangan yang terjadi, seperti halnya ketidak sesuaian standar tenaga kerja industri yang berasal dari sektor pertanian, rusaknya alam, dll. Dengan demikian diperlukan upaya-upaya untuk menanggulangi dampak negatif dari Industrialisasi ini, mulai dari yang terpenting adalah kebijakan pemerintah serta peran dari masyarakat di Indonesia. Saat ini industrialisasi terjadi di Indonesia seakan hanya menimpangi sektor primer dan memiskinkan masyarakat yang bekerja di sektor primer. Banyaknya masyarakat desa yang berbondong melakukan urbanisasi ke kota tanpa memiliki modal dan keahlian khusus. Inilah yang menjadi persoalan pemerintah untuk memperbaiki dan merombak segala sistem ekonomi yang ada untuk mencapai tujuan Industrialisasi demi perekonomian yang lebih baik lagi.




[1] Faisal Basri(2002), Perekonomian Indonesia, Jakarta : Erlangga, 277

[2] Faisal Basri(2002), Perekonomian Indonesia, Jakarta : Erlangga, 292

Sunday, 13 November 2016

sejarah Pancasila pada masa sebelum kemerdekaan, masa kemerdekaan, masa orde lama, masa orde baru dan masa reformasi

1.  pancasila yang merupakan idolohi dari bangsa Indonesia menjadi dasar dalam segala aspek kenegaraan. terbentuknya pancasila sendiri tidak semerta merta hanya untuk kepentingan politik tetapi memang merupakan wujud dari hati nurani para pendiri bangsa mengenai tujuan jangka panjang untuk masyarakat Indonesia, dalam artikel kali ini saya akan menjelaskan secara singkat mengenai sejarah pancasila pada masa sebelum kemerdekaan, sesudah kemerdekaan, masa orde lama, masa orde baru serta masa reformasi.

·    Masa sebelum kemerdekaan sangat berperan terhadap perumusan Pancasila yang ada seperti saat ini, masa sebelum kemerdekaan bisa dibilang sebagai latar belakang terbentuknya Pancasila, mulai dari zama kerajaan di Indonesia sampai masa dimana penjajah mendudukl Indonesia. Masa sebelum kemerdakaan adalah masa kristalisasi Pancasila karena benih-benih pancasila sudah ada pada masa itu, mulai dari pengaruh-pengaruh agama yang masuk ke Indonesia yang membuat masyarakat Indonesia memiliki nilai spiritual yang tinggi, hal ini juga merupakan alasan terbentuknya sila pertama. Masa kerajaan juga memperkenalkannilai-nilai maupun pandangan-pandangan tentang dasar kesatuan, yakni kerajaan. Nilai-nilai ini memberi bahan-bahan material terhadap nilai-nilai Pancasila, seperti nilai persatuan yang tidak terpisahkan dengan nilai ke-Tuhanan. Istilah Bhineka Tunggal Ika, Nusantara dan Pancasila sudah ada pada zaman kerajaan Majapahit. Selain masa kerajaan, masa-masa penjajahan di Indonesia tentunya juga sangat berpengaruh terhadap terbentuknya pancasila karena pada saat itu dengan kesamaan nasib masyarakat Indonesia menyamai kesadarannya, yakni bersatu untuk membuat negara merdeka yaitu Indonesia. Dengan adanya sistem pemerintahan Negara-Negara yang menjajah Indonesia membuat masyarakat belajar tentang pemerintahan dan politik, yang kemudian di manfaatkan oleh para pendiri bangsa untuk menyatukan masyarakat Indonesia dan mendirikan bangsa yaitu bangsa Indonesia. Hal inilah yang menjadi nilai-nilai terbentuknya pancasila, sesuai dengan tujuan pancasila itu sendiri yaitu untuk menyatukan masyarakat Indonesia dan menyejahterakan masyarakat Indonesia, hal itu bisa terwujud dengan merdekanya Indonesia.
·    Pada masa kemerdekaan pembentukan dan perumusan Pancasila sudah dalam langkah yang nyata. Hal itu terbukti dengan terbentuknya BPUPKI dan PPKI yang bertujuan untuk menyelidiki dan mengumpulkan usul-usul untuk selanjutnya dikemukakan kepada pemerintah Jepang untuk dapat dipertimbangkan bagi kemerdekaan Indonesia, yang kemudian diadakannya sidang untuk merumuskan dan membentuk dasar-dasar negara Indonesia termasuk Pancasila. Tokoh-tokoh mulai menyampaikan gagasannya untuk dijadikan dasar negara mulai dari Muhammad yamin, wiranata koesoema, Soerio, Suranto tirtoprodjo, Dasaad, Agoes Salim, Andoel Rachiem Pratalykama, Abdul Kadir, K.H. Sanoesi, Ki Bagus Hadikoesoema, Soepomo, Moehammad Hatta, dan Soekarno.
·    Pada masa orde lama adalah masa dimana pancasila diberlakukan pertama kali yang menjadikan pada masa ini adalah masa penjiwaan negara dengan ideologi pancasila. Presiden Soekarno yang yang menjadi presiden pertama menekankan Pancasila sebagai  konsep dasar dan ideologi bangsa. Masa yang merupakan masa transisi dari masyarakat yang terjajah menjadi masyarakat yang merdeka membuat bangsa Indonesia pada waktu itu mencari dan membentuk implementasi pancasila terutama dalah hal kenegaraan. Pada masa orde lama terjadi perubahan-perubahan sistem pemerintahan yang merupakan bentuk pencarian implementasi pancasila, mulai dari tahun 1945-1950 yang  menggunakan sistem presidensil, 1950 – 1959 yang menerapkan pancasila sebagai ideologi liberal, dan pada tahun 1956 – 1965 yang dikenal sebagai demokrasi terpimpin, dalam mengimplementasikan pancasila presiden Soekarno menggunakan pemahaman dengan paradigma USDEK, yaitu UUD 45, Sosialisme, Demokrasi terpimpin, Ekonomi terpimpin, dan Keperibadian nasional.
·    Pada orde baru adalah masa dimana pemerintah berusaha melaksanakan UUD 1945 dan Pancasila dengan murni dan konsekuen sebagai bentuk kritik terhadap masa orde lama yang dianggap menyimpang dari pancasila. Program yang dilaksanakan pemerintah untuk melaksanakan hal tersebut adalah P4 yaitu Pedoman, Penghayatan,dan Pengamalan Pancasila atau disebut dengan Ekaprasetia Pancakarsa. Masa orde baru dianggap berhasil dalam mempertahankan Pancasila sebagai dasar dan dasar negara Indonesia sekaligus berhasil mengatasi paham komunis di Indonesia. Akan teteapi implementasi dari aplikasinya sangat mengecewakan karena beberapa tahun kemudian kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan presiden soeharto ternyata tidak sesuai dengan nilai Pancasila. Presiden soeharto dianggap menggunakan pancasila untuk melanggengkan kekuasaannya, diterapkannya demokrasi sentralistik juga menunjukkan pemerintah yang lalai dalam mengaplikasikan nilai-nilai pancasila karena dianggap sangat bertentangan dengan jiwa Pancasila.
Masa reformasi adalah masa  perbaikan dari penerapan nilai-nilai yang menyimpang dari pancasila pada masa orde orde baru dengan banyak perubahan yang dilakukan untuk memperbaiki sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara di bawah nila-nilai pancasila.Pada masa reformasi juga tidak jauh berbeda dengan orde lama maupun orde baru, masih banyak yang memperdebatkan relevan atau tidaknya pancasila sebagai ideologi bangsa.