BAB
I
DEFINISI
INDUSTRIALISASI DAN PERKEMBANGAN SEKTOR INDUSTRI
I.I DEFINISI
Industrialisasi
adalah sistem produksi yang muncul dari pengembangan yang mantap penelitian dan
penggunaan pengetahuan ilmiah. Ia dilandasi oleh pembagian tenaga kerja dan
spesialisasi, menggunakan alat-alat bantu mekanik, kimiawi, mesin, dan
organisasi serta intelektual dalam produksi.
Industrialisasi
dalam arti luas, bisa kita pahami sebagai proses yang tak “terelakkan” menuju
masyarakat industrial untuk mengaktualisasikan segala potensi yang dimiliki
masyarakat dalam upayanya untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dari waktu
ke waktu.[1]
Industrialisasi
merupakan proses peralihan dari satu bentuk masyarakat tertentu, menuju
masyarakat industrial modern. Wield (1983:80) mengemukakan tiga jenis definisi
untuk memahami industrialisasi antara lain:
1.
Residual, industri
berarti semua hal yang bukan pertanian.
2.
Sektoral, yang
mengatakan bahwa industri adalah energi, pertambangan, dan usaha manufaktur.
3.
Bersifat mikro dan
makro, yaitu sebagai proses produksi, dan yang lebih luas lagi sebagai proses
sosial industrialisasi
Proses
industrialisasi bisa dipahami melalui konsep pembangunan, karena arti
pembangunan dan industrialisasi seringkali dianggap sama. Konsep pembangunan
bersifat dinamik, karena konsep itu bisa berubah menurut lingkupnya. Apabila
pembangunan itu dihubungkan pada setiap usaha pembangunan dunia, maka
pembangunan akan merupakan usaha pembangunan dunia. Industrialisasi sebagai
proses dan pembangunan industri berada pada satu jalur kegiatan, yaitu pada
hakekatnya berfungsi meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan rakyat.
Industrialisasi tidaklah terlepas dari upaya peningkatan mutu sumber daya
manusia, dan pemanfaatan sumber daya alam.
Tujuan
pembangunan industri nasional baik jangka menengah maupun jangka panjang
ditujukan untuk mengatasi permasalahan dan kelemahan baik di sektor industri
maupun untuk mengatasi permasalahan secara nasional, yaitu :
1) Meningkatkan penyerapan tenaga kerja
industri.
2) Meningkatkan ekspor Indonesia dan
pember-dayaan pasar dalam negeri.
3) Memberikan sumbangan pertumbuhan yang
berarti bagi perekonomian.
4) Mendukung perkembangan sektor
infrastruktur.
5) Meningkatkan kemampuan teknologi.
6) Meningkatkan pendalaman struktur industri
dan diversifikasi produk.
7) Meningkatkan penyebaran industri.
Industri
memegang peranan yang menentukan dan oleh karenanya perlu lebih dikembangkan
secara seimbang dan terpadu dengan meningkatkan peran serta masyarakat secara
aktif serta mendayagunakan secara optimal seluruh sumber daya alam, manusia,
dan dana yang tersedia. Dari uraian tersebut di atas dapat ditarik pengertian
bahwa perkembangan industri membawa pengaruh yang sangat besar sekali terhadap
perkembangan perekonomian Indonesia. Industri memegang peranan yang menentukan
dalam perkembangan perekonomian sehingga benar-benar perlu didukung dan
diupayakan perkembangannya.
I.II FAKTOR PENYEBAB
Secara umum penyebab dari transformasi struktural karena
sifat konsumtif manusia, pertumbuhan penduduk indonesia yang pesat membuat
konsumsi masyarakat akan barang dan jasa juga meningkat pesat. Hal ini membuat
konsumsi masyarakat akan barang barang produksi industri menjadi bertambah
besar,yang membuat sektor industri akan semakin besar di bandingkan sektor
pertanian. Kemajuan teknologi juga merupakan penyebab dari transformasi
struktural di indonesia. Faktor tersebut antara lain :
·
Kondisi dan struktur awal
ekonomi dalam negeri
·
Besarnya pasar dalam
negeri
·
Pola distribusi
pendapatan
·
Karakteristik
industrilialisasi
·
Keberadaan sumber daya
alam
·
Kebijakan perdagangan
luar negeri
I.III DAMPAK DAN TUJUAN
Industrialisasi dan perkembangan sektor Industri secara luas
memiliki dampak positif bagi perekonomian bangsa, dengan adanya industrialisasi
akan berdampak baik bagi penambahan barang-barang produksi dan penambahan
lapangan-lapangan pekerjaan, tetapi dalam pelaksaannya, Industrialisasi
memiliki dampak negatif yang muncul akibat tidak terstrukturnya kegiatan
industrialisasi di segala bidang. Tujuan industrialisasi sudah tercantum dalam
definisi dari industrialisasi itu sendiri yaitu untuk mengaktualisasikan segala
potensi yang dimiliki suatu masyarakat untuk mencapai kehidupan yang lebih baik
dari waktu ke waktu.
I.IV CIRI-CIRI
·
Merosotnya pangsa
sektor primer (Pertanian)
·
Meningkatnya pangsa
sektor sekunder (Industri)
·
Pangsa sektor jasa
kurang lebih konstan tetapi kontribusinya akan meningkat sejalan dengan
pertumbuhan ekonomi
I.V PENANGGULANGAN
Untuk
mengatasi dampak negatif dari adanya industrialisasi seperti minimnya standar
masyarakat untuk bekerja pada bidang industri, urbanisasi besar-besaran, menyebabkan
polusi, menyebabkan ketidak seimbangan alam, dan lain-lain. Maka dari itu cara
untuk menanggulangi dampak negatif dari industrialisasi tak lepas dari peran
semua elemen negara baik itu masyarakat dan pemerintah. Pemerintah merupakan
unsur terpenting untuk mensukseskan industralisasi dan mengurangi dampak
negatif dari Industrialisasi karena pemerintah yang memegang kekuasaan dan yang
berhak mengambil keputusan dan kebijakan. Masyarakat juga tidak kalah penting
perannya dalam mensukseskan Industrialisasi, masyarakat yang merupakan subjek
dari industrialisasi harus sikap yang sesuai dengan Industrialisasi seperti
memiliki sikap enterpreuner dan memiliki sikap cinta pada alam sehingga
Industrialisasi bisa terlaksana dan tetap menjaga kelestarian alam.
I.VI KEBIJAKAN
Kebijakan pemerintah untuk
mewujudkan transformasi struktural di Indonesia antara lain:
·
Menaikkan pajak barang
impor.
·
Mengurangi
pembayaran cicilah Pajak Penghasilan (PPh) badan untuk industri padat karya.
·
Pemenuhan bahan baku dan barang modal dari dalam negeri.
BAB II
ANALISIS TRANSFORMASI STRUKTURAL
II.I FAKTOR PENYEBAB
Faktor penyebab terjadinya
Industrialisasi yaitu, pertama disebabkan oleh sifat manusia dalam kegiatan
konsumsinya. Sesuai dengan Hukum Engels bahwa makin tinggi pendapatan
masyarakat, maka makin sedikit proporsi pendapatan yang digunakan untuk membeli
bahan pertanian, sebaliknya proporsi pendapatan yang digunakan untuk membeli
barang-barang produksi industri menjadi bertambah besar. Dengan demikian
peranan sektor industri akan semakin besar dibandingkan sektor pertanian.
Kedua, perubahan struktur ekonomi disebabkan pula oleh perubahan teknologi yang
berlangsung secara terus–menerus. Proses industrialisasi akan berjalan cepat jika terjadi pergeseran
pola permintaan domestik kearah output industri manufaktur diperkuat oleh
perubahan yang serupa dalam komposisi perdagangan luar negeri atau ekspor.
Faktor-faktor penyebab
transisi ekonomi :
·
Kondisi dan Struktur awal ekonomi dalam
negeri
Suatu
negara yang pada awal pembangunan ekonomi sudah memiliki industri-industri
dasar yang relatif kuat akan mengalami proses industrialisasi yang lebih pesat.
·
Besarnya pasar dalam negeri
Pasar
dalam negeri yang besar merupakan salah satu faktor insentif bagi pertumbuhan
kegiatan ekonomi, termasuk industri, karena menjamin adanya skala ekonomis dan
efisiensi dalam proses produksi.
·
Pola distribusi pendapatan
Merupakan
faktor pendukung dari faktor pasar. Tingkat pendapatan tidaklah berarti bagi
pertumbuhan industri-industri bila distribusinya sangat pincang.
·
Karakteristik Industrialisasi
Mencakup
cara pelaksanaan atau strategi pembangunan industri yang diterapkan, jenis industri
yang diunggulkan, pola pembangunan industri, dan insentif yang diberikan.
·
Keberadaan sumber daya alam
Ada
kecenderungan bahwa negara yang kaya SDA mengalami pertumbuhan ekonomi yang
lebih rendah, terlambat melakukan industrialisasi, tidak berhasil melakukan
diversifikasi ekonomi (perubahan struktur) daripada negara yang miskin SDA.
·
Kebijakan perdagangan luar negeri
Negara
yang menerapkan kebijakan ekonomi tertutup (inward looking policy), pola hasil
industrialisasinya akan berkembang tidak efisien dibandingkan negara-negara
yang menerapkan outward looking policy.
II.II DAMPAK DAN TUJUAN
Industrilisasi dan perkembangan sektor Industri adalah
suatu proses yang memiliki dampak positif bagi perekonomian suatu negara,
Industrialisasi bukan membangun wujud fisik semata, melainkan juga membentuk
masyarakat untuk siap menghadapi realitas baru serta mengembangkan seperangkat
infrastruktur yang menopang kehidupan industrial yang semakin pelik dan
multidimensional. Tujuan dari Industrialisasi baik jangka pendek maupun jangka
panjang ditujukan untuk mengatasi permasalahan dan kelemahan baik di sektor
Industri maupun untuk mengatasi permasalahan secara nasional adalah sebagai
berikut :
·
Meningkatkan Penyerapan Tenaga Kerja Industri
Dengan
adanya industrialisasi dan berkembangnya sektor Industri di Indonesia akan
berdampak pada semakin banyaknya pabrik dan perusahaan yang di dirikan,
sehingga secara otomatis akan membuka lapangan-lapangan pekerjaan baru dan
lebih banyak menyerap tenaga kerja dari masyarakat.
·
Meningkatkan ekspor Indonesia dan
pemberdayaan pasar dalam negri
Banyaknya
pabrik dan perusahaan yang didirikan akan berdampak pada semakin banyaknya
barang produksi yang dihasilkan, dengan demikian akan meningkatkan persaingan
pasar di dalam negeri dan mendorong persaingan pasar di internasional dengan
cara mengimpor barang produksi ke luar negeri
·
Memberikan sumbangan pertumbuhan yang
berarti bagi perekonomian
·
Mendukung perkembangan sektor
infrastruktur
·
Meningkatkan kemampuan teknologi
·
Meningkatkan pendalaman struktur
industri dan diversifikasi produk
·
Meningkatkan penyebaran industri
Tetapi dalam
pelaksanaaannya Industrialisasi di Indonesia tidak semudah kelihatannya karena
banyak masalah-masalah atau hambatan-hambatan untuk mewujudkan industrialisasi
di Indonesia, masalah tersebut meliputi :
·
Meningkatnya polusi dan kerusakan alam.
·
Terjadinya urbanisasi besar-besaran.
·
Semakin lebarnya jurang kesenjangan
sosial.
·
Lahan pertanian semakin berkurang.
·
Menurunnya kesehatan masyarakat yang
berada di sekitar pabrik.
II.III CIRI-CIRI
Industrialisasi yang berarti maju dan berkembangnya
sektor industri dibandingkan dengan sektor pertanian memiliki ciri di sektor
sekunder yaitu industri menjadi meningkat pesat. Sedangkan pangsa di sektor
jasa kurang lebih konstan,tetapi akan meningkat sejalan dengan pertumbuhan
ekonomi. Majunya teknologi industri seperti alat-alat
bantu mekanik, kimiawi, mesin, dan organisasi serta intelektual dalam produksi.
II.IV PENANGGULANGAN
Industrialisasi memiliki masalah dan hambatan dalam
prosesnya. Untuk mewujudkan perekonomian yang lebih baik tentunya dibutuhkan
sebuah upaya untuk menanggulangi dampak negatif dari transformasi struktural di
Indonesia. Hal ini membutuhkan peran dari setiap komponen negata,mulai dari
masyarakat serta yang terpenting adalah peran dari pemerintah. Sebenarnya upaya
yang dilakukan sama dengan upaya untuk mengurangi pengangguran di Indonesia. Usaha-usaha
penanggulangannya diantara lain adalah sebagai berikut :
·
pertama yang harus
dilakukan adalah dengan merevitalisasi seluruh sektor ekonomi yang ada saat ini
supaya lebih produktif, efisien, berdaya saing, berkeadilan, ramah
lingkungan, dan berkelanjutan (sustainable). Dengan cara memastikan bahwa
seluruh unit usaha, khususnya UMKM, harus memenuhi skala ekonomi, menerapkan
teknologi mutakhir yang tepat, manajemen sistem rantai suplai secara terpadu
dari hulu (produksi) sampai hilir (pasar), dan ramah lingkungan.
·
Perlu adanya
restrukturisasi industri di indonesia yang mengarah pada kesesuaian kualitas
dan kualifikasi tenaga kerja yang ada. Dan peningkatan kualitas pendidikan agar
bisa mengangkat kualitas sumber daya manusia yang ada, dengan demikian maka SDA
yang ada dapat bersaing di dunia kerja dan sesuai dengan standard dari
perusahaan. Hal ini bisa dengan penggratisan pendidikan bagi masyarakat yang
kurang mampu dan juga untuk mahasiswa yang mempunyai prestasi yang baik. Tidak
hanya itu, upaya yang harus dilakukan adalah memanfaatkan dan menjaga tenaga
kerja yang ada supaya pergi ke luar
negeri dan sia-sia.
·
Memberi bantuan untuk
para pengusaha pengusaha kecil agar mendorong masyarakat membuka lapangan kerja
baru.
·
Pengembangan kawasan
industri di wilayah-wilayah terpencil seperti di wilayah pedesaan, wilayah
pesisir, pulau-pulau kecil, dan wilayah perbatasan. Hal itu supaya penyerapan
tenaga kerja di wilayah yang memang sedikit lapangan pekerjaan.
·
Perlu adanya kebijakan
untuk memberi batasan-batasan kepada para pelaku industri dalam hal mengeksplor
kekayaan alam agar tidak terjadi kerusakan alam dan juga supaya tidak
mengganggu kesehatan masyarakat.
Upaya-upaya di atas harus diupayakan tidak hanya oleh
pemerintah tetapi yang terpenting adalah kesadaran masyarakat itu sendiri. Dan
sebagai masyarakat, haruslah semangat dalam menuntut ilmu dan haruslah memiliki
sikap nasionalisme yang tinggi untuk membangun Indonesia yang lebih baik.
II.V KEBIJAKAN
Supaya Industrialisasi memiliki
dampak yang baik untuk pertumbuhan ekonomi di Indonesia maka dibutuhkan
upaya-upaya agar proses ini dapat berdampak positif untuk masyarakat dan dapat
memajukan perekonomian di Indonesia. Salah satu upaya penting adalah kebijakan
dari pemerintah,kebijakan ini diharapkan dapat mengontrol dan menjaga ekonomi
selama industrialisasi berlangsung. Dengan banyaknya masyarakat Indonesia yang
berlatar belakang di sektor pertanian dan banyaknya Sumber Daya Alam di
Indonesia, ketepatan penentuan kebijakan akan sangat diperlukan untuk menjaga
masyarakat agar tidak meninggalkan pekerjaannya di sektor pertanian dan membuat
produk produk hasil pertanian menjadi terbatas. Di sisi lain diharapkan dari
banyaknya masyarakat yang berlatar belakang di sektor pertanian dan banyaknya
tenaga kerja di sektor tersebut untuk bisa pindah dan mendapat pekerjaan di
sektor sekunder. Tetapi haruslah tetap ada masyarakat yang bekerja pada sektor
ini. Kebijakan pemerintah yang diberlakukan agar memaksimalkan pertumbuhan
ekonomi di Indonesia antara lain :
·
Kebijakan pemerintah
yang mendukung proses Industrialisasi antara lain kebijakan untuk menaikkan
pajak impor dari 2,5 % menjadi 7,5%, hal ini untuk menekan impor dan
mempermudah fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor.[2]
·
Mengurangi
pembayaran cicilah Pajak Penghasilan (PPh) badan untuk industri padat karya. Dengan demikian para pengusaha akan lebih
mudah mengembangkan usahanya tanpa terbebani pajak yang berat.
·
Pemenuhan bahan baku
dan barang modal dari dalam negeri tanpa mengimpor bahan baku dari luar negeri
guna memaksimalkan sumber daya alam yang ada dan memacu pertumbuhan industri
dalam negeri.
·
Penggratisan pendidikan
bagi pelajar yang kurang mampu dan bagi pelajar yang memang memiliki prestasi
yang baik,contohnya seperti BOS, program pendidikan 12 tahun, beasiswa, dll.
BAB
III
PENUTUP
III.I KESIMPULAN
Industrialisasi adalah
sistem produksi yang muncul dari pengembangan yang mantap penelitian dan
penggunaan pengetahuan ilmiah. Ia dilandasi oleh pembagian tenaga kerja dan
spesialisasi, menggunakan alat-alat bantu mekanik, kimiawi, mesin, dan
organisasi serta intelektual dalam produksi. Faktor penyebab dari adanya
industrialisasi meliputi kondisi dan struktur awal ekonomi dalam negeri,
besarnya
pasar dalam negeri, pola distribusi pendapatan, karakteristik
Industrialisasi, keberadaan sumber daya alam,dan kebijakan
perdagangan luar negeri.
Tujuan dari Industrialisasi baik jangka pendek maupun
jangka panjang ditujukan untuk mengatasi permasalahan dan kelemahan baik di
sektor Industri maupun untuk mengatasi permasalahan secara nasional adalah meningkatkan
Penyerapan Tenaga Kerja Industri, meningkatkan ekspor Indonesia dan
pemberdayaan pasar dalam negri, memberikan sumbangan pertumbuhan yang berarti
bagi perekonomian, mendukung perkembangan sektor infrastruktur, meningkatkan
kemampuan teknologi, meningkatkan pendalaman struktur industri dan
diversifikasi produk, meningkatkan penyebaran industri. Tetapi dalam
pelaksanaaannya Industrialisasi di Indonesia tidak semudah kelihatannya karena
banyak masalah-masalah atau hambatan-hambatan untuk mewujudkan industrialisasi
di Indonesia, masalah tersebut antar lain meningkatnya polusi dan kerusakan
alam, terjadinya urbanisasi besar-besaran, semakin lebarnya jurang kesenjangan
sosial, lahan pertanian semakin berkurang, menurunnya kesehatan masyarakat yang
berada di sekitar pabrik.
Industrialisasi yang berarti maju dan berkembangnya
sektor industri dibandingkan dengan sektor pertanian memiliki ciri di sektor
sekunder yaitu industri menjadi meningkat pesat. Sedangkan pangsa di sektor
jasa kurang lebih konstan,tetapi akan meningkat sejalan dengan pertumbuhan
ekonomi. Majunya teknologi industri seperti alat-alat
bantu mekanik, kimiawi, mesin, dan organisasi serta intelektual dalam produksi.
Industrialisasi memiliki
masalah dan hambatan dalam prosesnya. Untuk mewujudkan perekonomian yang lebih
baik tentunya dibutuhkan sebuah upaya untuk menanggulangi dampak negatif dari transformasi
struktural di Indonesia. Hal ini membutuhkan peran dari setiap komponen
negata,mulai dari masyarakat serta yang terpenting adalah peran dari
pemerintah. Peran penanggulangan dari pemerintah bisa berupa kebijakan yang
dikeluarkan pemerintah untuk mendukung
penanggulangan tersebut, contoh kebijjakannya antara lain penggratisan pendidikan bagi pelajar yang kurang mampu
dan bagi pelajar yang memang memiliki prestasi yang baik, mengurangi pembayaran cicilah Pajak Penghasilan (PPh) badan
untuk industri padat karya, pemenuhan bahan baku dan barang modal dari dalam
negeri tanpa mengimpor bahan baku dari luar negeri guna, kebijakan untuk menaikkan pajak impor dari 2,5 % menjadi
7,5%,
III.II PENDAPAT KELOMPOK
Industrialisasi meruapakan langkah yang tepat untuk memajukan
perekonomian di suatu negara dengan mengembangkan sektor industri. Tetapi untuk
mewujudkan hal tersebut banyak masalah dan halangan yang terjadi, seperti
halnya ketidak sesuaian standar tenaga kerja industri yang berasal dari sektor
pertanian, rusaknya alam, dll. Dengan demikian diperlukan upaya-upaya untuk
menanggulangi dampak negatif dari Industrialisasi ini, mulai dari yang
terpenting adalah kebijakan pemerintah serta peran dari masyarakat di
Indonesia. Saat ini industrialisasi terjadi di Indonesia seakan hanya
menimpangi sektor primer dan memiskinkan masyarakat yang bekerja di sektor
primer. Banyaknya masyarakat desa yang berbondong melakukan urbanisasi ke kota
tanpa memiliki modal dan keahlian khusus. Inilah yang menjadi persoalan
pemerintah untuk memperbaiki dan merombak segala sistem ekonomi yang ada untuk
mencapai tujuan Industrialisasi demi perekonomian yang lebih baik lagi.
